• Carian
  • Media Sosial
  • Larangan Buruk Sangka Terhadap Ketentuan Allah….

    Posted by editor | 14 September 2017 | 11

     

     

    Dalam hal buruk sangka kepda Allah Swt, hal ini biasanya terjadi manakala seseorang ditimpa kesulitan hidup. Ketika doanya tidak juga terkabul, keinginannya tidak juga terwujud, maka ia kecewa.

     

    Ia putus asa dan beranggapan bahwa Allah Swt tidak mau mendengarkan doanya, tidak menyayanginya.

     

    Dalam situasi itu biasanya seseorang menjadi gelap mata dan buta hati.

     

    Ia lupa pada sekian banyak pemberian Allah yang terlimpah kepada dirinya selama ini.

     

    Ia lupa pada penjagaannya, pemberian, dan kasih sayang Allah yang tiada pernah terhitung disepanjang hidupnya, sejak ia di dalam rahim ibuya, hingga ia lahir dan membesar.

     

    Padahal, ketika doanya tidak terkabul saat itu, maka itu sesungguhnya bukanlah tidak dikabulkan oleh Allah Swt. Melainkan Allah menundanya dan mengabulkannya berupa kebaikan di akhirat kelak. Atau Allah akan mengabulkannya dengan cara menyelamatkan dirinya dari bala dan bahaya.

     

    Rasulullah Saw bersabda,

     

    “Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tida mengandung dosa dan memutuskan silaturahim, melainkan Allah akan beri padanya tiga hal:

    [1] Allah akan segera mengabulkan doanya atau…

    [2] Allah akan menyimpan doa itu dan diberikan kepadanya di akhirat kelak…dan

    3] Allah akan menghindarkan darinya bala dan bahaya yang semisal.”

    Para sahabat lantas mengatakan, “kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.”

     

     

    Nabi Saw lantas berkata,

     

     

    ” Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa- doa kalian.” ( HR Ahmad. —shahih)

     

    Selain itu, sifat manusia yang selalu tak pernah puas mengakibatkan selalu bermunculan keinginan demi keinginan.

     

    Manusia mengira bahwa segala hal yang ia inginkan itu memang baik baginya.

     

    Setelah punya motor, ia ingin punya kereta. Setelah punya kereta, ia ingin punya kereta yang lebih mewah lagi. Setelah punya pondok, ia ingin punya rumah. Setelah punya rumah, ia ingin punya rumah yang lebih luas dan lebih indah lagi.

     

    Begitulah seterusnya. Setelah punya pekerjaan, ia ingin punya jabatan atau kedudukan yang lebih tinggi lagi. Ingin punya penghasilan yang lebih tinggi lagi. Ingin punya penghasilan yang lebih besar lagi

     

    Demikianlah sifat manusia. Memang tidak salah punya keinginan. Kerana dengan adanya keinginan, manusia akan hidup secara aktif dan kreatif.

     

    Namun yang keliru adalah ketika manusia memikirkan bahwa apa sahaja yang diinginkannya harus ia dapatkan sehingga ia berusaha mendapatkannya dengan menghalalkan berbagai macam cara.

     

    Dan ketika ia gagal mendapatkannya, lantas ia putus asa dan menghujat siapa saja, tak terkecuali Allah Swt.

     

    Inilah sikap yang salah.

     

    “..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu…

    …dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;

    Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

    (QS. Al Baqarah: 216)

     

    Semoga bermanafaat…

    Komen Facebook

    www.tv14.my tidak bertanggungjawab di atas setiap pandangan dan pendapat yang diutarakan melalui laman sosial ini. Ia adalah pandangan peribadi pemilik akaun dan tidak semestinya menggambarkan pandangan dan pendirian kami.
    Artikel Berkaitan



    Scroll Up